Laman

Berdebat Dengan Wahabi Tidak Perlu Memakai Dalil Naqli

Berdebat Dengan Wahabi Tidak Perlu Memakai Dalil Naqli
Kenapa saya mengatakan Berdebat Dengan Wahabi Tidak Perlu Memakai Dalil Naqli?
ini hanyalah sebuah bentuk ungkapan saya kepada kaum wahabi yang mana kaum wahabi yang katanya berlandaskan alqur'an dan hadits tapi ternyata hanyalah golongan pengumpat dan pemusnah saja.
anda bisa lihat sendiri sampai sekarang tidak satupun dari kaum wahabi yang mampu menjawab pertanyaan saya,tidak satupun,ingat! TIDAK SATUPUN DARI SEKIAN BANYAK PERTANYAAN SAYA KEPADA SEMUA KAUM WAHABI.
Jadi apa sih perlunya mengajak mereka berdebat dan mencari kebenaran?
Satu Satunya alasan buat kaum muslimin ahlus sunnah wal jama'ah tetap memosting mengenai ajaran ahlus sunnah wal jama'ah dan membuka kedok kesesatan wahabi,ialah menjaga dan melestarikan Faham Ahlus Sunnah Wal Jama'ah dan Memperingati Sesama Kaum Muslimin dan Anak Cucu Kita Agar Terhindar Dari Bahasa Kesesatan dan Virus Wahabi.
Itupun yang saya lakukan sekarang,karna saya sangat nyakin bahwa wahabi tidak akan pernah bisa menjawab pertanyaan saya,karna mereka memang tidak akan pernah mampu dan kebenaran memang akan selalu menang. Allah SWT juga sudah jelas berfirman:

وَقُلْ جَاء الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
Dan katakanlah: "Yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap". Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.
Namun walaupun begitu,kita tidak boleh putus asa dan membiarkan mereka merongrong i'tiqad Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
Semoga saja Allah SWT selalu menjaga kita dan memberikan kekuatan iman dan tidak pernah pupus sampai akhir hayat kita amin ya robbal 'alamin.


read more

Wahabi Anti Maulid Nabi Tapi Penegak Maulid Abdul Wahhab dan Utsaimin

Wahabi Anti Maulid Nabi Tapi Penegak Maulid Abdul Wahhab dan Utsaimin,Ini Pembuktian Bahwa Mereka Pembenci Sunnah dan Penegak Bid'ah Dlalalah.
Wahabi Mengatakan Maulid Nabi Itu Haram,Namun Ternyata Wahabi Mengadakan Peringatan Maulid Muhammad bin Abdul Wahhab dan Maulid Ustmaimin.
Wahabi Memperingati Maulid Untuk Al-Utsaimin Tapi Tidak Untuk Nabi Muhammad (saw)
Kairo - Islam sama sekali tak bisa dilepaskan dari sosok Baginda Nabi Muhammad (saw). Beliau adalah insan yang menerima wahyu dari Allah (swt) untuk memberikan pencerahan kepada umat manusia dengan agama yang sempurna ini. Tiada sosok yang patut diagungkan di muka bumi melebihi Baginda Nabi (saw). Segenap keindahan fisik dan budi pekerti terdapat dalam figur Baginda Rasulullah (saw). Mencintai Baginda Nabi (saw) adalah bagian dari mencintai Allah SWT. Beliau bersaba: Yang Artinya “Barangsiapa mencintaiku, maka ia benar-benar telah mencintai Allah (swt). Barangsiapa menaatiku, maka ia benar-benar telah taat kepada Allah (swt).”
.Namun WAHABI melarang keras pengkultusan dan pengagungan terhadap diri Baginda Nabi (saw), akan tetapi mereka sendiri pada saat yang sama melakukan pengkultusan serupa terhadap diri Syekh al-Utsaimin. Mereka membid’ahkan peringatan Maulid Nabi dan haul seorang ulama atau wali, akan tetapi belakangan mereka juga menghelat haul atau maulid untuk Syekh al-Utsaimin dengan nama‘HAFLAH TAKRIM'. Lihat betapa ganjilnya sikap kelompok Wahabi ini ?
.‘Haul’ al-Utsaimin mereka adakan pada bulan Januari 2010 lalu di sebuah hotel di Kairo di bawah naungan Duta Besar Saudi di Kairo, Hisham Muhyiddin. Rangkaian acara haul itu dibuka dengan pembacaan ayat-ayat Quran, dilanjutkan sambutan-sambutan berisi pujian terhadap almal'un. Sambutan pertama disampaikan Ketua yayasan ar-Rusyd sekaligus Presiden Asosiasi Penerbit Saudi, yang memuji peran Syekh Utsaimin dalam penyebaran agama Islam. Sambutan selanjutnya disampaikan Abdullah, putra Utsaimin, kemudian Atase Kebudayaan Saudi Muhammad bin Abdul Aziz Al-Aqil. Yang disebutkan belakangan ini banyak mengulas manakib Syekh al-Utsaimin dengan menjelaskan tahun lahir dan wafatnya. Dia berkata “Perayaan ini adalah sedikit yang bisa kami persembahkan untuk mendiang Syekh Utsaimin atas kerjasamanya dan jasa-jasanya kepada keluarga kerajaan Saudi” ujarnya.
.Utsaimin yang dikultuskan Wahabi
.Acara haul ditutup dengan saling tukar tanda kehormatan antara Yayasan ar-Rusyd, Yayasan Utsaimin, Atase Kebudayaan dan Deputi Menteri Kebudayaan dan Informasi. Begitu pentingnya perayaan untuk Utsaimin ini sampai- sampai seorang pengagumnya menggubah sebuah syair:
 َﻊَﺿَﻭ ْﻮَﻟ ِﻪﻠﻟﺍَﻭ َﻼِﻓﺎَﺤَﻣ ُﻡَﺎﻧَﻷْﺍ# َﺦْﻴَّﺸﻟﺍ ِﺖَﻓَﻭﺎَﻣ ُﻩَّﻖَﺣَﺭﻮُﻗَﻮﻟْﺍ “
Demi Allah, Seandainya segenap manusia membuat banyak perayaan untuk Syeikh Utsaimin, hal itu tidaklah mampu memenuhi hak beliau (al-utsaimin).”
.Syair itu menunjukkan pengkultusan yang berlebihan orang-orang Wahabi terhadap Syekh Utsaimin. Pengagungan yang kebablasan juga mereka berikan kepada pendiri aliran Wahabi, Muhammad bin Abdul Wahab.
.Dikisahkan seorang Mahasiswa Universitas Riyadh pernah memprotes dosennya, Dr. Abdul Adhim al- Syanawi, karena memuji Rasulullah (saw). Sang dosen menanyakan, "apa penyebab si mahasiswa membenci Nabi Muhammad (saw) ?" Mahasiswa itu menjawab, "bahwa yang memulai perang kebencian adalah Baginda Nabi sendiri." (sambil menyitir hadits seputar fitnah yg muncul dari Najed, tempat kelahiran Muhamad bin Abdul Wahab). “Kalau begitu, siapa yang kamu cintai ?” tanya sang dosen. Lalu si mahasiswa menjawab bahwa, "yang saya cintai adalah Syekh Muhammad bin Abdul Wahab." Selanjutnya sang dosen menanyakan alasan kecintaan mahasiswanya itu. “Karena Syekh Muhammad Abdul Wahab menghidupkan sunnah dan menghancurkan bid’ah,” Jawab mahasiswa itu. (kisah ini dicatat Ibrahim Abd al-Wahid al- Sayyid,dalam kitabnya, Kasf al- Litsam ‘an Fikr al-Li’am hlm.3-4.)
.Sungguh benar sabda Baginda Nabi (saw). yang dalam salah satu hadits beliau mengisyaratkan bahwa akan ada fitnah (Wahabi) yang bakal muncul dari Najed. Isyarat itu menjadi nyata semenjak munculnya Muhammad bin Abdul Wahab dari Najed yang dengan bantuan kolonial Inggris mencabik-cabik syariat Islam. Syekh Utsaimin adalah salah satu penerus Muhammad bin Abdul Wahab. Ia juga gencar menyebarkan fitnah lewat tulisan-tulisannya. Salah satu fitnah itu seperti tertera di dalam karyanya, al-Manahi al-Lafdziyyah hal 161. Di situ ia menulis:
 َﻰﻟِﺇ ُﻢَﻠْﻋَﺃ َﻻَﻭ ُﻪَّﻧَﺍ ِﻩِﺬَﻫ ِﻲﺘَﻋﺎَﺳ ﻰﻠﺻ َّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ َّﻥَﺃ َﺀﺎَﺟ ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﻪﻠﻟﺍ ًﺎﻘَﻠْﻄُﻣ ِﻖْﻠَﺨﻟْﺍ ُﻞَﻀْﻓَﺃ ٍْﺊَﺷ ِّﻞُﻛ ِﻲﻓ “
Dan saya tidak mengetahui sampai detik ini bahwa Muhammad bin abdul wahab adalah makhluk Allah yang lebih utama dari segala makhluk apa pun secara mutlak.” Agaknya kalimat inilah yang membuat penganut Wahabi lebih mengagungkan Al-Utsaimin dari pada Baginda Rasulullah (saw).
Sumber: http://deleteisrael.pun.bz/wahabi-memperingati-maulid-untuk-al-utsa-2.xhtml

Perayaan “Maulid” Muhammad bin Abdul Wahhab
د

Selama ini kaum SAWAH (Salafy Wahabi) cuma bisa meributkan dan mempermasalahkan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dilakukan oleh sebagian besar Umat Muslimin Ahlus Sunnah Waljamaah di seluruh dunia. Perdebatan ini sampai menimbulkan pertentangan dikarenakan kaum SAWAH yang tetap ngeyel dengan pendiriannya untuk Membid’ahkan dan Menganggap Sesat orang yang merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Na’udzubillahi Min Dzalik.

Tak dipungkiri lagi, asal pemahaman Wahabi (yang kini terkenal dengan faham Salafy) tak bisa lepas dari Tokoh siapa lagi kalau bukan Muhammad Ibn Abdul Wahhab An-Najedi. Faham Wahabi yang “berkembang biak” di Saudi kini juga telah menjalar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mereka bersemangat dengan slogan-nya, Menegakkan Al-Qur’an dan Sunnah, Kembali ke Manhaj Salaf, Tinggalkan TBC (Takhayul Bid’ah Khurafat).

Tapi tahukah anda? Para Ulama Wahabi Saudi juga melakukan Bid’ah yang sungguh-sungguh nyata Bid’ah! Mereka tak merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW tapi merayakan Pekan Muhammad Ibn Abdul Wahhab! Macam mana Pula ini? 


Program ini diadakan di Riyadh, Saudi Arabia di bawah kelolaan University Islam (ala za’mihi) Muhammad Ibn Sa’ud Al-Islamiyah. Program yang berslogankan perayaan menyambut ” Pekan Muhammad Abdul Wahhab” ini diadakan selama seminggu bertujuan mengagungkan Muhammad Abdul Wahhab yang digelari sebagai Mujaddid oleh mereka. Golongan al-Wahhabiyah di Saudi ini mengundang sebanyak 150 peserta dari Saudi sendiri dan Luar Saudi.


Perayaan tersebut di resmikan oleh Amir Sulaiman Bin Abdul Aziz, Pemimpin di bumi Riyadh, perayaan yang meriah itu dihadiri oleh penduduk dari berbagai daerah, diantaranya pengajar-pengajar khusus kerajaan saudi, tenaga pengajar di universitas, dan tidak lupa juga mereka menjaring hadirin dari kalangan pelajar-pelajar. Para peserta yang hadir diberikan upah atau sumbangan karana memuji dan mengagungkan Muhammad Abdul Wahhab. Amat miris sekali mereka dibeli dengan harga yang murah, sehingga sanggup menggadaikan agama tercinta kepada rezim Al-wahhabiyah. Muktamar besar-besaran ini di adakan di dalam dewan besar Malik Faishal. Majelis ini dimeriahkan juga dengan kehadiran “Mufti wahhabiyah”, Abdul Aziz Bin Baz, yang merangkap sebagai ketua Am bagi Pejabat Al-Buhuts Al-Ilmiyyah Wal-ifta’ wad-dakwah wal-irsyad (ala-za’mihim) yang diiringi oleh Hasan Bin Abdullah Ali Syeikh, Menteri Pengajian Tinggi..

Para pembentang pada Program tersebut :
1.Ahmad Bin Abdul Aziz Ali Mubarak
2.At-Thuhami Naqirah
3.Muhammad bin Ahmad Al-’Aqily
4.Abdul Hafidz Abd ‘al
5.Yusuf Jasim Al-Hajjy
6.Ahmad Zubarah
7.Mahmud Syit Khattab
8.Amid Al-Jasir
9.Abdullah Utsaimin
10.Ismail Muhammad Al-Anshoriy
11.Muhamad Yusuf
12.Mana’ Khalil al-Qatthan
13.Soleh Bin Abdul Rahman Al-Athram
14.Abdullah Bin Saad Ar-Ruwaishid
15.Syiajuddin KakalKhail
16.Abdullah Abdul Majid
17.Al-Ghazali Khalil ‘Aid
18.Ali Abdul Halim Mahmud
19.Ahmad Abduh Nasyir
20.Muhammad Fathi Othman
21.Abdul Wahhab Ibrahim Abu Sulaiman
22.Muhammad Yusuf
23.Abdul Rahman Umairah
24.Abdul Karim Khatib
25.Muhammad Nasib Al-rifa’iy
26.Muhammad Muhammad Husain
27.Muhammad Abdul Rahman.
28.Soleh Auzjany
29.Abdul Bari Abdul Baqiy
30.Muhammad Salam Madkur
31.Abdul Fattah Muqallidil Ghunaimiy
32.Wahbah Zuhaily
33.Ismail Ahmad
34.Anwarul Jundiy
35.Abdul Halim Uwais
36.’Athiah Muhammad Salim
37.Mushtofa Muhammad Mas’ud
38.Muhammad Al-Sa’iid Jamaluddin
39.Najih ahyad Abdullah
40.Abdul Qudwas Al-Anshory




Kesimpulan :
Kata Wahabi : Cinta kepada Rasulullah Sollahu ‘alaihi Wassallam tidak boleh, Mengagungkan Nabi Muhammad Sollallahu ‘Alaihi Wasallam tidak boleh, Ikut Imam Syafie tidak boleh, Ikut Imam 4 mazdhab tidak boleh, Menyambut Maulidurrasul dianggap bid’ah, ditambah lagi pelakunya layak dimasukkan ke dalam neraka, tetapi kalau merayakan Pekan Muhammad Abdul Wahhab?…. tidak bida’ah!. Mencintai dan mengagungkan Muhammad Abdul Wahhab?.. tidak Bid’ah, taklid & ta’asub kepada Muhammad Abdul wahhab?….tidak bid’ah.. Na’udzubillahi min dzalik!.

Sebenarnya golongan WAHABI ini tidak mencintai Nabi Muhammad SAW, bahkan wahhabiyah ini membenci habibuna Mushtofa Muhammad Sollallahu ‘Alaihi Wasalllam…

AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD SAW ITU UTUSAN ALLAH.

MUHAMMAD SAW BIN ABDULLAH ADALAH NABIKU, BUKAN MUHAMMAD BIN ABDUL WAHHAB. (AWAS JANGAN SALAH!!!!!)
Sumber: http://www.sarkub.com/2011/perayaan-maulid-muhammad-bin-abdul-wahhab/#axzz2C7ZnlrzR

read more

Saudi Bakal Hancurkan Makam Nabi dan Sahabat

Saudi Bakal Hancurkan Makam Nabi dan Sahabat
WOW...bener bener kelewatan nih Kaum Wahabi.
Terlalu Takut dan Terlalu Kawatir Muhammad Bin Abdul Wahhab tidak di nabikan oleh kaum islam ya?
Semoga saya apa yang akan diupayakan wahabi yang bercokol di arab saudi ini tidak terlaksana.
Saudi Bakal Hancurkan Makam Nabi dan Sahabat adalah berita yang sangat mengejutkan.
Ketakutan kaum wahabi mungkin sudah tidak bisa dibendung lagi,sehingga mereka tidak bisa berfikir secarah jernih.
Saudi Bakal Hancurkan Makam Nabi dan Sahabat berita yang saya baca di website resmi NU.
Berita selengkapnya adalah sebagai berikut:
Pemerintah Saudi Arabia berencana menghancurkan situs penting Islam meliputi masjid Nabawi di Kota Madinah dan beberapa situs penting lainnya.
Rezim Al Saud yang menguasai pemerintahan di Arab Saudi berencana menghancurkan tiga masjid tertua di dunia dalam ekspansi multi miliar pound, dalam sebuah laporan yang dikutip Fars News, Ahad (28/10/2012).
Masjid Nabawi di Madinah, di mana Rasullulah Muhammad dimakamkan, akan dihancurkan bulan depan usai musim haji tahun ini. Rencananya, pembangunan itu akan mengubah masjid Nabawi menjadi gedung terbesar di dunia, dengan kapasitas 1,6 juta orang.
Rencana Saudi untuk meruntuhkan situs sejarah Islam yang paling dihormati oleh muslimin di dunia itu tentu saja amat mengejutkan.
Menurut rencana, sebagian besar perluasan Masjid Nabawi akan diperlebar sisi Barat masjid, yang di sana berada makam pendiri Islam dan dua khalifah pertama Islam Abu Bakar dan Umar.
Menurut Kementerian Urusan Islam Saudi Arabia yang menerbitkan sebuah pamflet tahun 2007 silam dan disusun oleh Mufti Besar Arab Saudi, Abdulaziz al-Sheikh, bahwa penghancuran kubah masjid dan meratakan makam Nabi Muhammad, Abu Bakar dan Umar berdasarkan fatwa Abdulaziz al-Sheikh.
Dr Irfan al-Alawi dari Yayasan Riset Warisan Islam (Islamic Heritage Research Foundation)mengatakan sudah 10 kegiatan tahunan terkait perusakan situs Islam di Arab Saudi.
“Membisunya kaum Muslimin atas penghancuran Mekkah dan Madinah adalah bencana dan kemunafikan terbesar,” tegasnya.
“Film tentang pelecehan Nabi Muhammad jadi protes di seluruh dunia, tapi penghancuran tempat kelahiran Nabi, dimana Rasulullah Saw berdoa dan mendirikan Islam justru dibiarkan hancur tanpa kritik apa pun,” pungkasnya.Semakin jelas sudah kejahatan dan rencana rencana busuk kaum wahabi.
Kalau hal ini sampai terjadi,bagaimana sikap kita kepada kaum pembenci Rasulullah SAW ini?
Sekian Berita Saudi Bakal Hancurkan Makam Nabi dan Sahabat yang saya dapat dari Website Resmi NU.
Dengan Sumber Link ini http://nu.or.id/a,public-m,dinamic-s,detail-ids,45-id,40547-lang,id-c,internasional-t,Saudi+Bakal+Hancurkan+Makam+Nabi+dan+Sahabat-.phpx
read more

Benarkah Wahabi Tidak Mau Berdebat Kusir?

Benarkah Wahabi Tidak Mau Berdebat Kusir?
Mungkin anda sudah sering berkunjung ke Blog yang menjelaskan kesesatan Wahabi,dan pastinya di blog tersebut akan banyak ada komentar komentar yang penuh dengan cacian dan perdebatan yang selalu muter muter tidak ada ujungnya.
perdebatan dan komentar seperti itu bisa anda lihat juga di blog Mahrus Ali GPL ini,anda juga bisa menemui komentar Orang Wahabi yang katanya tidak mau berdebat Kusir.
Benarkah Wahabi Tidak Mau Berdebat Kusir?
Jelas itu hanyalah alasan mereka saat mereka tidak bisa menjawab pertanyaan pertanyaan dari Kaum Muslim Ahlus Sunnah Wal Jama'ah (ASWAJA/Sunni).
Kalau memang mereka tidak mau berdebat Kusir,kenapa mereka mulai perdebatan?
Kalau memang mereka tidak mau berdebat kusir anehnya mereka selalu mencaci maki tiada henti dengan kata kata yang sangat kotor yang jelas sangat jauh dengan akhlak Rasulullah SAW.
Heran! katanya teguh dalam alqur'an dan Sunnah,tapi sikapnya sangat bertolak belakang dengan Alqur'an dan Sunnah?!!!.
Debat Kusir adalah debat yang tidak profosional,perdebatan yang tidak ada ujungnya,semakin lama semakin kemana mana.lalu kapan wahabi pernah berdebat dengan fokus dan bisa menerima kenyataan bahwa mereka berada dipemahaman yang salah?!
Diajak berdebat secara terbuka saja wahabi itu tidak pernah mau,walaupun pernah ada kesepakatan,hasilnya wahabi memang selalu kalah.
Mungkin mereka masih sempat berfikir,bahwa memang percuma berdebat,toh pada akhirnya mereka sendiri yang akan kalah dan memikul malu.
Jadi,menurut hemat saya,lebih baik wahabi itu segera mengadakan perdebatan terbuka dan memberikan jawaban jawaban yang kuat dan fokus baik itu ditujukan kepada mereka para ulama' Ahlus Sunnah Wal Jama'ah atau kepada seluruh kaum muslimin.dan tidak mengindahkan dalil dalil yang ada di konten konten para blogger nahdliyin,sehingga mereka masih bisa mengklaim bahwa mereka benar dan masih sedikit mempunyai rasa malu.
Silahkan Baca Juga Pertanyaan saya kepada semua kaum wahabi,yang ternyata sampai saat ini tidak satupun dari mereka yang mampu menjawab dengan baik dan tentunya dengan dalil alqur'an dan alhdits.
pertanyaan saya kepada mantan kyai nu
tantanganku kepada semua kaum salafi/wahabi
Pertanyaan Mantan Kyai wahabi Kepada Wahabi
read more

Bisakah Wahabi Bicara Dengan Baik dan Sopan?

Bisakah Orang yang Berfaham Wahabi Bicara Dengan Baik dan Sopan?
ini adalah pertanyaan yang baru timbul dari benak saya,karna dimana mana orang yang berfaham wahabi pasti sukanya hanya mengumpat dan mencaci bahkan mengkafirkan orang islam lainnya yang tidak sefaham dengan mereka.
Saya sudah berkali kali memperingatkan,agar yang berfaham wahabi "berkomentar yang baik,menggunakan kata kata yang sopan dan bagus"
Namun tiap kali saya buka blog ini,selalu saja penuh dengan komentar komentar kotor golongan faham wahabi.
Apakah begini ajaran Wahabi yang sesungguhnya?
Saya mengajak berdebat di blog mahrus ali gpl ini hanya untuk mencari kejelasan,mana yang benar?
Sunni (golongan yang sudah terpercaya sebagai ahlus sunnah wal jama'ah) ataukah Wahabi (Golongan yang terkenal suka menghujat,mengkafirkan orang islam lainnya yang tidak sefaham dengan mereka,bahkan ahlul bait sekalipun.dan yang paling parah,mereka juga terkenal sebagai para pembantai kaum sunni)
Kita debatnya yang bagus,kita gunakan dalil dalil yang jelas,pertanyaan saya sudah sangat jelas dan nanti masih banyak pertanyaan lainnya yang menunggu golongan wahabi.
Masak hanya untuk menjawab pertanyan seorang mahrus ali yang tak berilmu ini tak satupun wahabi yang bisa menjawab???!!!!
Buat anda golongan wahabi:
و قولوا للناس حسنا
واعرض عن الجاهلين
Mohon sedikit mempuka hati dan akal kalian,jangan rendahkan diri diri kalian dengan menyatakan diri kalian sebagai makhluk yang tak berakal.
Ingatlah!manusia itu adalah hewn yang mempunyai akal,bukan pengumpat yang mengikuti hawa nafsu.
Tunjukkan kalau kalian benar.
saya tunggu dalil dalil alqur'an hadits kalian.


NB:
Komentar yang tidak nyambul dan tidak ada dalil yang jelas tidak akan saya respon.

Tunjukkan kalau kalian benar.
saya tunggu dalil dalil alqur'an hadits kalian.
read more

Wahabi Tidak Konsisten Mengenai Bid'ah

Inilah Tokoh wahabi yang tidak konsisten membahas bid'ah,bagaimanapun dalilnya,kalau itu sesat akan selalu sesat.
Postingan kali ini bersumber dari sarkub
Salah satu tokoh Wahhabi Saudi adalah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin. Seperti halnya tokoh-tokoh Wahhabi yang lain semisal Ibn Baz dan al-Albani , al-Utsaimin berupaya dengan sekuat tenaga dan mengerahkan seluruh energi untuk meyakinkan para pengikutnya, para pengagumnya, dan para pemujanya bahwa semua bid’ah itu pasti `sesat’, dan yang namanya `sesat’ pasti masuk `neraka’. Hal ini dapat dilihat dengan memperhatikan pernyataan al-Utsaimin yang begitu muluk-muluk dalam risalah kecil tentang bid’ah yang ditulisnya berjudul al-Ibda’ fi Kamal Syar’i wa Khathar al-Ibtida’ (kreasi tentang kesempurnaan syara’ dan bahayanya bid’ah), berikut ini:

قَوْلُهُ (كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ) كُلِّيَّةٌ، عَامَّةٌ، شَامِلَةٌ، مُسَوَّرَةٌ بِأَقْوَى أَدَوَاتِ الشُّمُوْلِ وَالْعُمُوْمِ (كُلٌّ)، أَفَبَعْدَ هَذِهِ الْكُلِّيَّةِ يَصِحُّ أَنْ نُقَسِّمَ الْبِدْعَةَ إِلَى أَقْسَامٍ ثَلاَثَةٍ، أَوْ إِلَى أَقْسَامٍ خَمْسَةٍ؟ أَبَدًا هَذَا لاَ يَصِحُّ. (محمد بن صالح العثيمين، الإِبْدَاع في كَمَال الشَّرْع وخَطَرِ الابتداع، ص/13).


“Hadits semua bid’ah adalah sesat, bersifat global, umum, menyeluruh (tanpa terkecuali) dan dipagari dengan kata yang menunjuk pada arti menyeluruh dan umum yang paling kuat yaitu kata-kata (seluruh)”. Apakah setelah ketetapan menyeluruh ini, kita dibenarkan membagi bid’ah menjadi tiga bagian, atau menjadi lima bagian? Selamanya, ini tidak akan pernah benar.” (Muhammad bin Shalih Utsaimin dalam al-Ibda’ fi Kamal al-Syar’i wa Khathar al-Ibtida’, hal. 13).

Lihatlah Pernyataan al-Utsaimin tersebut di atas memberikan pengertian bahwa hadits semua bid’ah adalah sesat, bersifat general, umum dan menyeluruh terhadap seluruh jenis bid’ah, tanpa terkecuali, sehingga tidak ada satu pun bid’ah yang boleh disebut bid’ah hasanah, apalagi disebut bid’ah mandubah yang mendatangkan pahala bagi pelakunya. Oleh karena itu, membagi bid’ah pada tiga bagian atau lima bagian, menurutnya tidak akan pernah dibenarkan, dan bid’ah tetap selalu ‘sesat’ dan masuk `neraka’. Begitulah menurut dia dan diikuti oleh sejumlah pengikut Salafy Wahhabi di dunia.

Tetapi anehnya tesis ini sulit dipertahankan secara ilmiah oleh Al-`Utsaimin sendiri. Disamping tesis tersebut hanya sebagai bukti kesempitan cara berfikirnya dan menyalahi metodologi berfikir para sahabat, ulama salaf dan ahli hadits, tesis di atas justru bertentangan dengan pernyataan al-Utsaimin sendiri di bagian lain dalam bukunya, yang membagi bid’ah menjadi beberapa bagian sesuai dengan pendapat mayoritas ulama. Misalnya ia menyatakan:

الأصل في أمور الدنيا الحل، فما ابتدع منها، فهو حلال، إلا أن يدل الدليل على تحريمه. لكن أمور الدين الأصل فيها الحظر، فما ابتدع منها، فهو حرام بدعة، إلا بدليل من الكتاب والسنة على مشروعيته


“Hukum asal perbuatan baru dalam urusan-urusan dunia adalah halal. Jadi, bid’ah dalam urusan-urusan dunia itu halal, kecuali ada dalil yang menunjukkan keharamannya. Tetapi hukum asal perbuatan Baru dalam urusan-urusan agama adalah dilarang. Jadi, berbuat bid’ah dalam urusan-urusan agama adalah haram dan bid’ah, kecuali ada dalil dari al-Kitab dan Sunnah yang menunjukkan keberlakuannva.” (Al-Utsaimin, Syarh al-Aqidah al Wasithiyyah, hal. 639-640).

Tentu saja pemyataan Mbah Utsaimin ini membatalkan tesis sebelumnya, bahwa semua bid’ah secara keseluruhan itu sesat, dan sesat itu tempatnya di neraka. Namun kemudian, di sini al-Utsaimin membatalkannya dengan menyatakan bahwa bid’ah dalam urusan dunia, halal semua, kecuali ada dalil yang melarangnya. Bid’ah dalam urusan agama haram dan bid’ah semua, kecuali ada dalil yang membenarkannya. Dengan klasifikasi bid’ah menjadi dua (versi al-Utsaimin), yaitu bid’ah dalam hal dunia dan bid’ah dalam hal agama, dan memberi pengecualian dalam masing-masing bagian, menjadi bukti bahwaal-Utsaimin tidak konsisten dengan pemyataan awalnya (tidak ada pembagian dalam bid’ah). Selain itu, pembagian bid’ah menjadi dua versi ini, tidak memiliki dasar yang dapat dipertanggung­jawabkan, dan hanya retorika Wahhabisme saja dalam mencari mangsa untuk menjadi pengikutnya.

Dalam bagian lain, al-Utsaimin juga menyatakan:

ومن القواعد المقررة أن الوسائل لها أحكام المقاصد فوسائل المشروع مشروعة ووسائل غير المشروع غير مشروعة بل وسائل المحرم حرام، فالمدارس وتصنيف العلم وتأليف الكتب وإن كان بدعة لم يوجد في عهد النبي صلى الله عليه وسلّم على هذا الوجه إلا أنه ليس مقصداً بل هو وسيلة والوسائل لها أحكام المقاصد. ولهذا لو بنى شخص مدرسة لتعليم علم محرم كان البناء حراماً ولو بنى مدرسة لتعليم علم شرعي كان البناء مشروعاً

“Di antara kaedah yang ditetapkan adalah bahwa perantara itu mengikuti hukum tujuannya. Jadi perantara tujuan yang disyariatkan, juga disyariatkan. Perantara tujuan yang tidak disyariatkan, juga tidak disyariatkan. Bahkan perantara tujuan yang diharamkan juga diharamkan. Karena itu, pembangunan rnadrasah-rnadrasah, penyusunan ilmu pengetahuan dan kitab-kitab, meskipun bid’ah yang belum pernah ada pada masa Rasulullah dalam bentuk seperti ini, namun ia bukan tujuan, melainkan hanya perantara, sedangkan hukum perantara mengikuti hukum tujuannya. Oleh karena itu, bila seseorang rnembangun madrasah untuk mengajarkan ilmu yang diharamkan, rnaka membangunnya dihukumi haram. Bila ia membangun madrasah untuk rnengajarkan syariat, maka membangunnya disyariatkan.” (Al-Utsaimin, al-Ibda’ fi Kamal Syar’i wa Khathar al-Ibtida’, hal. 18-1 9).

Dalam pernyataan ini Al-Utsaimin juga membatalkan tesis yang diambil sebelumnya. Pada awalnya dia mengatakan, bahwa semua bid’ah secara keseluruhan, tanpa terkecuali adalah sesat, dan sesat tempatnya di neraka, dan tidak akan pemah benar membagi bid’ah menjadi tiga apalagi menjadi lima. Kini, al-Utsaimin telah menyatakan, bahwa membangun madrasah, menyusun ilmu dan mengarang kitab itu bid’ah yang belum pernah ada pada masa Rasulullah namun hal ini bid’ah yang belum tentu sesat, belum tentu ke neraka, bahkan hukum bid’ah dalam soal ini terbagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan hukum tujuannya.

Begitulah, al-’Utsaimin yang sangat dikagumi oleh Salafy Wahhabi akhirnya jatuh ke dalam lumpur tanaqudh (kontradiksi). Pada awalnya dia mengeluarkan tesis bahwa semua bid’ah itu sesat, tanpa terkecuali. Namun kemudian, dalam buku yang sama, ia tidak dapat mengelak dari realita yang ada, sehingga membagi bid’ah menjadi beberapa bagian sebagaimana pandangan mayoritas ulama.

Para ulama menyatakan:
المبطل متناقض , لأن الله تعلى قال : ولو كان من عند غير الله لو جدوا فيه اختلفا كثيرا



“Orang yang memiliki ajaran batil pasti kontradiksi dengan dirinya sendiri. Karena Allah SWT telah berfirman: “Kalau kiranya al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.” (QS. al-Nisa’ 82).

Andaikan, para tokoh Wahhabi selain Al-Utsaimin seperti Ibn Baz dan al‑Albani dan Arrabi’ yang dikagumi oleh Wahhabiyun mau rendah hati dan mengikuti para ulama besar seperti al-Imam al-Syafi’i, al-Khaththabi, Ibn Abdilbarr, al-Nawawi, Izzuddin bin Abdissalam, al-Hafizh Ibn Hajar dan lain-lain, tentu mereka tidak akan jatuh dalam lumpur tanaqudh dan tahrif.

Demikianlah kontradiksi dari pendapat Syaikh pujaan wahhabi, Al-Utsaimin, mengenai bid’ah yang semoga menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak mengikuti jalan yang ditempuh oleh Syaikh Al-Utsaimin dan Syaikh-syaikh wahhabiyyun lainnya.

Wallahu a’lam bishshowab.


debat wahabi,faham wahabi,kesesatan wahabi,wahabi bukan ahlus sunnah wal jama'ah
read more

Wahabi Tidak Mau Bedebat Di Internet

Benarkah Wahabi Tidak Mau Berdepat Di Internet Karna itu tidak ada gunanya?
Sebagian orang wahabi berdalih tidak menjawab pertanyaan mengenai wahabi karna berpendapat berdebat di internet di anggap tidak ada gunanya.
karna jawaban mereka begitu,saya mempunyai pertanyaan tambahan mengenai itu.
pertanyaan saya:
1. Kalau berdebat di internet tidak ada gunanya,lalu mencaci maki orang islam dan mengkafirkan orang islam yang tidak sependapat dengan faham wahabi apa ada gunanya?
2. kalau berdebat di internet tidak ada gunanya,mereka meminta berdebat secara langsung,lalu kenapa mahrus ali yang mengaku mantan kyai nu tidak hadir waktu diajak berdebat dimuka umum?
(mengenai ini bisa anda lihat di Wahab atau di sarkub dan banyak situs situs yang lain yang memuat artikel kepengecutan MAHRUS ALI MANTAN SAPI NU)
Agar anda puas,saya akan pegang kata kata orang wahabi yang mengatakan berdebat di internet tidak berguna,bagaimana kalau kita buka debat terbuka saja,saya akan hubungi teman teman NU,Insya allah saya bisa menghubungi pengurus NU Jember dan NU Probolinggo,Insya allah saya akan siap menghadiri dan mengikuti dan melawan utusan wahabi dari daerah manapun.
(namun jangan tanya saya dari mana,alamat lengkap saya dimana,karna terus terang saya takut sama orang orang wahabi,takutnya malah nanti RUMAH SAYA DI BOM na'udzubillahi mindzalik "bila ingin mengetahui pengeboman wahabi silahkan anda baca di WAHABI MENGEBOM ACARA MAULID DI SRILANGKA)
3. Kalau memang perdebatan di internet itu tidak berguna,kenapa kaum wahabi membuat artikel artikel yang mengkafirkan amaliyah aswaja?
apa anda (kaum wahabi) tidak punya malu?sudah berapa kali tokoh tokoh anda dipermalukan didepan umum?
kalau hanya berdebat dengan wahabi,warga NU tidak usah menurunkan para ulama' NU,cukup santrinya saja cukup,coba anda lihat M.IDRUS RAMLI beliau hanya alumni pondok pesantren sidogiri,namun sudah banyak dan sering mematahkan dan mempermalukan tokoh tokoh wahabi,apa kalian (kaum wahabi) tidak kapok dan tidak malu lagi lagi akan di permalukan?
Semoga anda masih punya malu dan berkenan segera melayangkan surat resmi  untuk mengadakan debat terbuka.



read more