Laman

Tampilkan postingan dengan label sunni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sunni. Tampilkan semua postingan

situs sunni (aswaja) dan sarkub

website yang mengajar ahlus sunnah wal jama'ah alhamdulillah sekarang sudah banyak,walaupun masih kalah dengan website kaum wahabi sesat tapi sudah lumayan ketimbang dulu,website website para muslim ahlus sunnah wal jama'ah (sunni) hampir tidak ada.
namun sayangnya masih ada beberapa website muslim sunni yang masih kurang bagus dalam pelayanannya,diantaranya mengenai pemostingan komentar pengunjung.
salah satunya di SARKUB,saya sering datang kesana dan saya ikut berkomentar disana,namun sayang komentar komentar saya tidak ditampilkan,mungkin karna nama saya "mahrus ali" kali ya?
namun seharusnya mereka menampilkannya juga.
saya sengaja memosting artikel ini sengaja mengkritik mereka,karna saya tidak suka pada sifat seperti itu.
sifat pengecut itu bukan sifatnya ahlus sunnah wal jama'ah sunni,tapi sifatnya kaum sesat wahabi.
semoga ada pihak pengurus sarkub yang membaca postingan saya ini,dan semoga mereka tidak pilih pilih menampilkan komentar diwebsite sarkub,apalagi hanya untuk menghindari cacian seorang mahrus ali mantan kyai nu yang super bego itu.





read more

wahabi itu maling wahabi itu sesat

orang wahabi itu bukan hanya sesat dan pengecut baik didunia nyata maupun didunia maya,namun orang wahabi itu juga seperti maling.
kenapa bisa dikatakan seperti maling?
1. orang wahabi mengintai i'tiqadiyah kaum islam ahlus sunnah wal jama'ah (sunni) dan apabila mereka (sunni) lengah maka kaum wahabi mengambil i'tiqadiyah mereka.
2. orang wahabi tidak berani mengakui bahwaa dirinya adalah wahabi.
lain dengan orang islam ahlus sunnah waljam'ah (sunni) mereka dengan bangga mengatakan "saya islam sunni"
kenyataan ini bukan hanya berlaku didunia nyata saja,ternyata didunia maya orang wahabi juga tidak berani mengakui bahwa dirinya adalah wahabi.
anda tahu malingkan?maling akan lari kalau kita memanggilnya dengan sebutan maling.
itulah wahabi,2 sifat ini benar benar dimiliki oleh kaum wahabi,dan hal itu sudah sangat jelas menjelaskan bahwa mereka adalah kaum yang salah alias SESAT!
maka dari itu jahuilah wahabi dan faham faham sesatnya!
jangan sekali kali mendekati mereka agar anda selamat dari adzab allah swt.

read more

mudahnya mematahkan faham sesat wahabi

mudahnya mematahkan faham sesat wahabi adalah judul postingan yang sangat pas dan menarik
karna memang begitulah keadaannya yang sebenar benarnya.
postingan saya mantan kyai nu dan kaum wahabi tidak bisa menjawab sampai saat ini ternyata tidak bisa dibantah oleh semua golongan wahabi sesat.
padahal saya sudah keliling membagi link kesitus situs para ustadz wahabi dan situs situs besar kaum wahabi,seperti:
muslim dot or dot id
muslimah dot or dot id
kaahin dot wrod****dot com
mantankyainu dot blog****dot com dan situs situs yang lain.
saya rasa mereka sangat faham kalau dalil dalil mereka memang tidak bisa digunakan karna akan membahayakan mereka sendiri.
namun saya sangat heran kenapa mereka masih tidak membuka mata hati mereka?
apakah mereka sudah termasuk dalam katagori  صم بكم عمي فهم لايرجعون
andai mereka tidak sampai sesat mungkin umat islam ini akan lebih kuat lagi
saya secara pribadi juga mengagumi tindakan mereka yang sangat giat menyiarkan faham mereka,namun sayangnya faham yang mereka siarkan adalah faham sesat,seandainya mereka bisa kembali menerima cahaya kebenaran,sungguh itu sangat menguntungkan kepada agama islam yang tercinta ini.
buat antum para ikhwan seagama islam ahlus sunnah wal jama'ah,teruslah kalian perjuangkan i'tiqadiyah dan syari'ah islam tanpa kenal lelah,janganlah kalah dengan perjuangan kaum khawarij itu!.
wassalamualaikum.wr.wb.
read more

dalil mantan kyai nu bisa dipatahkan oleh antie wahabiy

salah satu pengikut mahrus ali mantan kyai nu tidak bisa menjawab pertanyaan lawan debatnya (antie wahabiy)
waktu berdebat di facebook
perdebatan mereka diantaranya sebagai berikut:

BUAT ANTIE WAHABIY DAN SEMUA GOLONGANNYA YANG SEMOGA SEGERA DIBERI HIDAYAH OLEH ALLAH TA'ALA

Apakah anda mengira, memperingatkan ummat dari bid’ah itu demi kepentingan sebuah organisasi?
Apakah anda mengira, memperingatkan ummat tentang bahaya bid’ah itu demi kepentingan sebuah partai politik?
Apakah anda mengira, memperingatkan ummat tentang amalan-amalan bid’ah itu demi mendapatkan secuil harta dunia?
Apakah anda mengira, memperingatkan ummat tentang jeleknya bid’ah itu demi mempertahankan tradisi nenek moyang?
Apakah anda mengira, memperingatkan ummat tentang kerugian pelaku bid’ah itu agar dikenal sebagai orang alim yang paling pandai?
Apakah anda mengira, memperingatkan ummat agar meninggalkan bid’ah itu demi membela tokoh Fulan dan Allan?
Demi Allah, sama sekali tidak. Bahkan nyatanya para pelaris kebid’ahan lah yang memiliki tendensi-tendensi demikian. Dan sungguh, kita hendaknya enggan dan takut berbuat bid’ah karena takut kepada Allah Ta’ala.
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah Ta’ala menyatakan bahwa ajaran Islam sudah sempurna, tidak butuh penambahan. Membuat amalan-amalan ibadah baru sama saja dengan memberikan ‘catatan kaki’ pada firman Allah Ta’ala:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3)
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah Ta’ala melarang kita berselisih ketika Qur’an dan sunnah sudah sangat jelas dalam menjelaskan ajaran agama ini secara sempurna, dari masalah tauhid hingga adab buang air besar, sama sekali tidak perlu penambahan lagi. Allah Ta’ala berfirman:
وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat” (QS. Al Imran: 105)
Ash Shabuni berkata: “Maksud ayat ini adalah, janganlah berlaku seperti orang Yahudi dan Nasrani yang mereka berpecah-belah dalam masalah agama karena mengikuti hawa nafsu mereka padahal ayat-ayat yang datang kepada mereka sudah sangat jelas” (Shafwatut Tafasir, 202).
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah Ta’ala mengancam orang-orang yang menyelisihi perintah-Nya dan sunnah Nabi-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Allah itu takut akan ditimpa fitnah (cobaan) atau ditimpa azab yang pedih” (QS. An Nuur: 63)
Ketika Imam Malik ditanya tentang orang yang merasa bahwa ber-ihram sebelum miqat itu lebih bagus, padahal Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam telah mensyari’atkan bahwa ihram dimulai dari miqat, maka Imam Malik pun berkata: “Ini menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya, dan aku khawatir orang itu akan tertimpa fitnah di dunia dan adzab yang pedih sebagaimana dalam ayat.. (beliau menyebutkan ayat di atas)” (Al I’tisham, 174). Menjelaskan perkataan Imam Malik ini, Asy Syathibi berkata: “Fitnah yang dimaksud Imam Malik dalam menafsirkan ayat ini berhubungan dengan kebiasaan dan kaidah ahlul bid’ah, yaitu karena mengedepankan akal, mereka tidak menjadikan firman Allah dan sunnah Rasulullah sebagai petunjuk bagi mereka” (Al I’tisham, 174).
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengikuti tuntunan Rasul-Nya. Allah Ta’ala pun mengancam orang yang menyelisihi tuntunan Rasul-Nya dengan siksaan yang keras. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang datang dari Rasulullah, maka ambilah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (QS. Al Hasyr: 7)
Dan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam melarang berbuat bid’ah. Tidak anda takut terhadap siksaan Allah yang keras karena melakukan yang dilarang Rasulullah?
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah mengancam neraka bagi hamba-Nya yang mengambil cara beragama bukan dari Rasul-Nya. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali” (QS. An Nisa: 115)
Ibnu Katsir menjelaskan: “Maksud ayat ini, barang siapa yang menjalani cara beragama yang bukan berasal dari Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam maka ia telah menempatkan dirinya di suatu irisan (syiqq), sedangkan syariat Islam di irisan yang lain. Itu ia lakukan setelah kebenaran telah jelas baginya” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 2/412)
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah mencela orang yang membuat-buat syari’at baru yang dalam agama dan menyebut orang-orang yang mengajarkan syari’at baru, lalu ditaati, sebagai sesembahan selain Allah. Sebagaimana perbuatan orang-orang musyrik. Allah Ta’ala berfirman:
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ كَلِمَةُ الْفَصْلِ لَقُضِيَ بَيْنَهُمْ وَإِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan ajaran agama yang tidak diizinkan Allah? Sekiranya tak ada ketetapan yang menentukan (dari Allah) tentulah mereka telah dibinasakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang zalim itu akan memperoleh azab yang amat pedih” (QS. Asy Syura: 21)
Ibnu Katsir berkata: “Mereka (orang-orang musyrik) tidak mengikuti apa yang telah disyariatkan Allah melalui agama Allah yang lurus ini. Bahkan mereka mengikuti syariat dari setan-setan yang berupa jin dan manusia. Mereka mengharamkan apa yang diharamkan oleh setan tersebut, yaitu bahiirah, saaibah, washilah dan haam. Mereka menghalalkan bangkai, darah dan judi, dan kesesatan serta kebatilan yang lain. Semua itu dibuat-buat secara bodoh oleh mereka, yaitu berupa penghalalan (yg haram), pengharaman (yang halal), ibadah-ibadah yang batil dan perkatan-perkataan yang rusak” (Tafsir Al Qur’an Al Azhim, 7/198)
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah telah mencap sesat orang-orang yang ketika tuntunan Islam sudah ada, mereka malah mempunyai pilihan lain. Bisa jadi pilihan lain ini datang dari ustadz-nya, kiai-nya, syaikh-nya, dari akalnya, atau dari yang lain. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu’min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, mereka memiliki pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata” (QS. Al Ahzab: 36)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di berkata: “Tidak layak bagi seorang mu’min dan mu’minah, jika Allah sudah menetapkan sesuatu dengan tegas, lalu ia memiliki pilihan yang lain. Yaitu pilihan untuk melakukannya atau tidak, padahal ia sadar secara pasti bahwa Rasulullah itu lebih pantas diikuti dari pada dirinya. Maka hendaknya janganlah menjadikan hawa nafsu sebagai penghalang antara dirinya dengan Allah dan Rasul-Nya” (Taisiir Kariimirrahman, 665)
Apakah anda tidak takut berbuat bid’ah? Padahal Allah mengabarkan ada sebagian hamba-Nya yang berbuat kesesatan namun mereka merasa itu amalan kebaikan. Dan demikianlah bid’ah, tidak ada satupun pelaku bid’ah kecuali ia merasa amalan bid’ahnya itu adalah kebaikan. Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُمْ بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا
“Katakanlah: “Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”. Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (QS. Al Kahfi: 103-104)
Sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang bukan berasal dari urusan (agama) kami, maka amalan itu tertolak” (Muttafaq ‘alaihi)
Sahabat Nabi, Abdullah bin Umar Radhiallahu’anhu berkata:
كُلَّ بٍدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَة
“Setiap bid’ah itu sesat walaupun orang-orang menganggapnya baik” (Shahih, sebagaimana penilaian Al Albani dalam takhrij kitab Ishlaahul Masajid hal 13 milik Syaikh Jamaluddin Al Qashimi)
Tidakkah anda takut amalan-amalan yang anda anggap baik, padahal tidak ada tuntunannya dalam agama, kemudian anda mengamalkannya sampai berpeluh-peluh, ternyata hanya sia-sia belaka di hadapan Allah ? Oleh karena itu saudaraku, takutlah kepada Allah dan jauhi perbuatan bid’ah.
Penulis: Yulian Purnama
Artikel www dot muslim dot or dot id
Komentarku ( Mahrus ali )
Bahkan pelaku bid`ah bisa terjun kepada syirik , tauhidnya hilang dan kebanyakan begitu . Apalagi bila membuat kebid`ahan dalam ibadah , lihat ayat sbb :

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاء رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحاً وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَداً
18.110. Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".Kahfi 110
Dalam ayat itu , Allah juga melarang syirik dalam beribadah, artinya ibadah itu harus ada perintahnya dari Allah , dalil dari ayat atau tuntunan Nabi SAW . Bila ber ibadah tanpa dalil ayat atau hadis , tapi sekedar karangan ulama saja atau orang awam , maka tidak diperkenankan , termasuk sesat dan menyesatkan anda dan orang lain .

Bahkan juga tidak boleh syirik dalam hal hukum . Ya`ni , jangan sampai menggunakan hukum manusia . Allah berfirman :
وَهُوَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ لَهُ الْحَمْدُ فِي اْلأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan milikNya segala hukum dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.

Juga tidak boleh berpendapat dalam hal agama tapi simpan pendapatmu dan kedepankan dalil. Dan ia termasuk kedustaan atas nama Allah . Allah berfirman :
وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيل لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ
Seandainya dia (Muhammad) berkata bohong atas (nama) Kami, Niscaya Kami pegang dia dengan tangan kanan. Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya. Tidak seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.[1]
Bila anda mengatakan sunah , maka harus berdasarkan dalil. Anda mengatakan sampai pahala bacaan kepada mayatpun harus berlandaskan dalil. Jadi pendapat pribadi jangan di campur ke dalam agama , nantinya akan rancu dan termasuk iftira` atau bikin kedustaan pada Allah .
وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ
Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.

Suka · · Berhenti Mengikuti Kiriman · Bagikan


Ahlu Sunny menyukai ini.


Antie Wahabiy tulisan yg hnya hasil copas,gak bermutu banget,mmngnya yg mau dibhs apanya?ini terllu brteletele
3 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy loh ya jelas masalah bid'ah yg ente lakukan dngan senang hati.
3 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy ya seperti jawabanku yg kemaren,bid'ah yg ente bahas itu salah,soalnya ente mengambil dan memahami bid'ah hanya dari segi arti,jadinya ente yg terbawaa dalam arus kesesatan
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy dalam arti yg mana?ente lagi lagi mau mengandalkan ushul yg hanya hasil rekayasa?
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy rekayasa?rekayasa itu hanya buatan semata kan?
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy ya,dan itu menyalahi ketentuan islam,dalam islam bukankah sudah jelas?seperti sabda nabi dan firman allah:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kus...Lihat Selengkapnya
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy menurut ente ilmu ushul itu bid'ah karna rasulullah saw tidak mengajarkan ilmu ushul begitu?
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy ente terlalu jauh membahas ini,ente berbelit belit,ente sengaja mencari dan mendesak agar ane salah,tapi oke ente akan ane layani
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy jawab dulu pertanyaan ane,ente yg berbelit belit,apa menurut ente ushul itu bid'ah?
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy secara muthlak tidak,tapi kalau itu berlawanan dengan alqur'an ataupun alhadits maka seharusnya ilmu ushul itu dikesampingkan,karna pegangan kita adalah alqur'an dan alhadits
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy ilmu ushul itu tidak akan berlawanan karna dengan ilmu ushul itu kita bisa mengetahuai atau setidak mendekati mafhum yg ada pada firman allah ataupun hadits rasul,makanya ente janagan hanya mencoba memahami alqur'an ataupun hadits hanya dengan artinya saja
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy alasan yg bagus namun nyatanya ente dan golongan ente sendiri sebenarnya bukan mencoba memahami alqur'an dan hadits tapi mengupayakan alqur'an dan hadits sejalan dengan kemauan ente dan golongan ente
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy itu pendapat ente karna ente terlanjur benci dengan kaum aswaja,biar kita tidak kemana mana coba terangkan pd ane ketidak sesuaian ushul dengan alqur'an?
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy ente terlalu berbelit belit.contohnya tidak usah repot,ente laksakan ayat dan hadits diatas,jangan ente bawa dengan hawanafsu dengan dalil dalil ushul
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy oke.kita langsung bahas dalil ente yang pertama: الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Maidah: 3)
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy maksudnya?
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy ayat diatas itu bukankah sudah jelas,dan menurut ente kita harus mengikuti alqur'an dan hadits secara muthlak,tapi kalau memang benar begitu,kenapa enteh dan kaum wahabi membuat sekolah dan kaum wahabi juga membuat kitab bahkan merubah kitab2 sunni kedalam versi wahabi?
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy mana buktinya kami merubah kitab kitab sunni kedalam versi wahabi,dan kalaupun itu ada,bisa saja itu hasil rekayasa golongan sunni sendiri
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy ya udah jawab saja dulu kenapa kaum wahabi masih membuat kitab dan madrasah,gitu aja repot?!
2 jam yang lalu · Suka

Ahmad Salafiy kami hanya sekedar meneruskan dan menyempurnakan apa yg diajarkan rasulullah saw
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy meneruskan dan menyempurnakan?bukankah ayat diatas sudah jelas,bahwa agama islam sudah sempurna,berarti ente dan kaum ente berbuat bid'ah,ente harus sadar itu.
2 jam yang lalu · Tidak Suka · 1

Antie Wahabiy meneruskan dan menyempurnakan?bukankah ayat diatas sudah jelas,bahwa agama islam sudah sempurna,berarti ente dan kaum ente berbuat bid'ah,ente harus sadar itu.
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy leh ayo jawab?!bingung ya??!!!!!!tanya sono mah mahrus ali disini antie wahabiy siap hadi semua hujjah kalian!!!!!!!!!!!!jawaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaabbbbbbbbbbbbbbbbbbbb
2 jam yang lalu · Suka

Antie Wahabiy masih belum dijawab juga!!!ngacir kmn ente fiy?
54 menit yang lalu · Suka
read more